[Terj.] Recap Faith aka The Great Doctor Episode 1

Dear All, ini dia Recap Faith aka The Great Doctor Episode 1 yang aku janjikan. Bagian awal ini masih merupakan tulisanku, sayang banget rasanya kalau gak aku masukin, secara udah susah-susah  buat nulis meski baru seipprit.  Seperti yang sudah aku bilang, terjemahannya nanti gak bakal plek-plek, alias sama persis, tapi akan ku edit juga, jadi teteplah ya ada sentuhan akunya.

Episode pertama drama Faith ini inginnya aku tonton berulang-ulang, tapi kalau begitu, entah kapan bisa nulis recapnya, haha. Tentu saja itu karena Lee Minho sangat tampan dan sebagai pembukaan cerita aku pikir episode pertama ini cukup menarik. Ada banyak bagian yang asli bikin aku ngakak: sang Biksu ‘gaul’, Lee Minho yang dalam beberapa bagian cerita sangat harafiah dalam menerjemahkan perkataan orang,  juga bagian-bagian akhir episode ini.

Setelah nonton episode pertama ini, aku punya firasat (ceileh bahasanya) bahwa drama ini akan menarik sampai akhir. Meskipun sudah ada drama-drama lain yang bergenre sama, tapi rasanya drama yang satu ini gak tipikal. Aku yakin akan ada banyak kejutan buat para penontonnya, jadi dengan sabar aku menanti J

Gak usah berlama-lama lagi, yuk langsung aja simak recap FAITH aka The Great Doctor episode 1.

Cerita dimulai dengan animasi yang menceritakan kisah tentang Hwa Ta. Hwa Ta adalah seorang dokter yang kemampuannya sudah melegenda. Ia dapat menyembuhkan cedera internal, cedera eksternal, racun, dan bahkan penyakit kronis. Pokoknya, tidak ada penyakit yang ia tidak bisa sembuhkan. Tetapi Hwa Ta memiliki keahlian yang luar biasa di bidang operasi pembedahan.

Hwa Ta hidup sezaman dengan Jojo, orang yang ingin menguasai dunia. Jojo menderita penyakit kronis, sakit kepala yang parah. Hwa Ta menyembuhkannya hanya dengan beberapa jarum. Setelah itu,  Jojo kemudian ingin menjadikan Hwa Ta sebagai dokter pribadinya.  Hwa Ta menolaknya. Ia tidak ingin hanya melayani Jojo, dia ingin melayani banyak orang, oleh karena itulah ia melarikan diri.  Jojo memberi perintah dan mengirim pasukan untuk menangkap Hwa Ta.

Pemimpin pasukan: “ayo ikut pulang bersama kami, maka engkau akan hidup dengan kekayaan dan kehormatan”.
Hwa Ta: “apa gunanya hidup dalam kekayaan dan kehormatan aku melakukan sesuatu yang tidak ingin aku lakukan?
Pemimpin pasukan: “Jika engkau mau menjadi dokter pribadi Jojo, maka orang akan menyebutmu seperti ini: ‘lihat! Dia adalah orang yang menyelamatkan nyawa Jojo, penguasa dunia’”.
Hwa Ta: “Bagaimana jika saya tidak mau?”
pemimpin pasukan: “hanya akan ada kematian jika kau menolak perintah Jojo”
Hwa Ta: “Maka Jojo akan dikenang oleh rakyat seperti ini. lihat! Jojo membunuh Hwa Ta yang menyembuhkan dunia.”

[Hahaha.. aku ketawa sebentar ya..]

Ketika prajurit itu melompat sambil menghunus pedangnya untuk membunuh Hwa Ta, sesuatu yang ajaib terjadi pada saat itu. Matahari menjadi gelap dan di langit ada angin yang bertiup sangat kencang, kemudian sebuah portal dunia gaib terbuka dan Hwa Ta masuk ke dalamnya dengan tertawa.

Setelah Hwa Ta masuk ke dalam Portal, animasi yang keren itu langsung diganti dengan orang-orang beneran deh, haha. Prajurit yang ingin menangkap Hwa Ta itu kemudian terpental jatuh, ia melarikan diri karena takut dan terkejut.

Sekarang kita berada di tahun 1351, dekat perbatasan Yuan-Goryeo.

Tampak sebuah rombongan sedang melakukan perjalanan di tengah hujan dengan dikawal oleh prajurit berkuda. Itu merupakan rombongan Raja Gong Min yang berangkat dari negeri Yuan menuju Goryeo. Salah satu penunggang kuda melihat cahaya merah di langit dan berkata dengan penuh tanya: Hwa Ta? Jelas kalau mitos tentang Hwa Ta diketahui oleh orang negeri itu dan kelihatannya juga wilayah yang mereka lewati itu dekat dengan lokasi portal ke dunia lain tempat dimana Hwa Ta masuk ke dalamnya dan menghilang.

Salah seorang penunggang kuda bersikap sangat acuh tak acuh terhadap segala hal, termasuk ketika rekannya memberitahukan bahwa mereka sedang diikuti. Dia adalah Choi Young (Lee Minho).  Dengan malas ia berkata: “Aku tahu”. Sebenarnya dia ini apa ya? Pengawal paling senior atau hanya seorang pemalas?

Karena saat itu hujan deras, maka jalanan yang kondisinya memang sudah rusak menjadi semakin rusak, berlumpur dan banyak lubang yang digenangi air. Salah satu roda kereta kerajaan, yang ditumpangi oleh seorang wanita yang berpakaian indah, terperosok dalam lubang jalan yang digenangi air lumpur, sehingga kereta tersebut tidak dapat bergerak untuk melanjutkan perjalanan. Sementara para prajurit yang lain sedang berusaha mengeluarkan roda kereta dari lubang jalan, Choi Young melihat dan mengawasi mereka bekerja. Tidak lama berselang, seorang prajurut lain datang dan melaporkan kabar buruk kepada Choi Young bahwa hari ini tidak ada kapal yang bersandar di dermaga yang dapat membawa mereka berlayar ke tujuan mereka. Dua buah kapal baru akan bersandar di dermaga itu besok siang.

Ini adalah unit Woodalchi, terdiri dari para prajurit yang menjaga raja, dan Choi Young adalah bos nya. (Dia sering disebut Jenderal atau Ketua dan kadang-kadang hanya Woodalchi). Choi Young berjalan ke arah kereta yang ditumpangi oleh raja Gong Min, dia kemudian berkata kepada raja bahwa mereka perlu menginap malam ini. Si penunggang kuda yang tadi melihat “cahaya merah Hwa Ta” (aku belum tahu siapa namanya dan apa posisinya dalam drama ini, tapi beliau ini yang dulu pernah main di drama Secret Garden, sbg Mr. Park, yang pingin banget gantiin Joo Won jadi Presiden di LOEL. Kalian ingat?) langsung bertanya: “Apa maksudmu? Mengapa? Jika kita menyeberangi sungai maka kita telah tiba di tempat tujuan.” Akan tetapi perkataannya itu sama sekali tak digubris oleh Choi Young, sekalipun ajussi itu berteriak-teriak memanggil Choi Young: “Wu Dal Chi! Wu Dal Chi! Wu Dal Chi!”. Wu Dal Chi berarti pengawal kerajaan. Hahaha, kesian amat sih.

Raja menyetujui rencana tersebut, maka Choi Young kemudian membuat persiapan untuk itu. Mereka menyewa satu-satunya penginapan yang ada di tempat itu. Dalam rangka menjaga privasi raja, salah satu pengawal  menemui pemilik penginapan dan menjelaskan bahwa mereka itu adalah wisatawan. Bossnya baru saja menikah, akan tetapi istri sang boss sangat sensitive, oleh karena itulah ia dan timnya akan menjaga mereka. Kreatif banget alasannya ya,🙂
Dia memberi sekantong uang kepada pemilik penginapan sebagai bayarannya dan menyuruh agar mengusir semua pengunjung yang sedang duduk minum atau makan di tempat tersebut. Sang pemilik penginapan dengan senang hati melakukannya, toh dia udah nerima duit sekantong gitu, haha.

Setelah penginapan tersebut siap, Raja dan Putri Yuan diantar masuk ke dalam penginapan. Di ruangan lain,  Choi Young sedang memgang sebotol minuman meras dan mulai menegaknya. Wakil ketua pengawal kerajaan, Bae Choong-Seok, datang menemui Choi Young yang sambil berdiri sedang meneguk minuman keras dan bertanya apakah Choi Young berpikir jika orang-orang yang tadi mengikuti mereka adalah orang-orang yang sama yang mencuri kapal mereka? Dengan memunggungi sang wakil, Choi Young dengan enteng menjawab bahwa begitulah dugaannya.

Wakil: “lalu apa menurutmu mereka telah memprediksikan bahwa kita akan menginap di tempat ini?”
Sambil mengambil posisi tidur di sebuah kursi panjang Choi Young berkata: “katamu hanya ini satu-satunya penginapan di sini.”
Wakil: “Engkau tetap datang kemari sekalipun kau mengetahui semua ini?” Dari posisi berbaring terlungkup, Choi Young langsung duduk dan menjawab: “lalu, apakah kita harus menunggu mereka untuk menyerang kita di tanah lapang yang luas?”. Setelah berkata demikian, Choi Young kembali mengambil posisi tidur telentang di atas bangku dan menutup matanya. Saat wakilnya bertanya: “Jadi bagaimana kita mempertahankan diri dari mereka?” dengan setengah tertidur dan hampir bergumam dia berkata “tangani itu dengan sangat.. sangat sempurna” sambil terus melanjutkan tidur.

Ahhhh, rupanya dia prajurit serior dan juga seorang pemalas. Gimana gak senewen orang yang bekerja di bawah perintahnya kalo punya bos yang macam begini, haha.

Untungnya, orang no. 2 nya ini dapat diandalkan untuk mengambil alih. Bae Choong-Seok memerintahkan prajurit yang lain untuk mempersiapkan pertahanan dan penyerangan, seandainya nanti ada musuh menyerang.

Setting tempat berganti ke ruang yang di tempati raja Gong Min (Ryu Deok-hwan).

Raja Gong Min dalam diam sedang melukis dengan menggunakan arang di atas selembar kertas yang dihamparkan di tembok ruangan itu, sambil mendengar omelan salah satu penasihatnya. Ah, paman yang tadi diabaikan oleh Choi Young  rupanya penasihat raja. Pria itu, Jo Il-Shin, mengusulkan untuk membunuh Choi Young, kepala pengawal raja yang berani-beraninya memerintahkan mereka untuk melakukan perjalanan secara rahasia, dengan wajah ditutup, segera ketika mereka tiba di Goryeo. Mereka kembali tanpa adanya upacara besar untuk memberitakan kembalinya yang mulia Raja ke Goryeo, setelah dia dibawa pergi ketika masih kecil?

Choi Young menyela omelan panjang lebar Jo Il-Shin dengan memberitahukan kepada raja bahwa ia akan membawa ratu ke kamar itu sebab terlalu sulit buat mereka untuk menjaga beberapa ruangan sekaligus. Dia menyadari bahwa raja dan ratu tidak merada didalam keadaan terbaik, tapi dia melakukan segala sesuatunya tanpa menyimpang dari aturan. Inilah yang paling aman buat mereka. Inilah rencananya.

Ratu memasuki ruangan. Dia ini adalah istri dari raja Gongmin. Selanjutnya saya akan menyebutnya Putri Noguk, sesuai dengan penjelasan karakter. Itu merupakan namanya ketika menjadi Putri Yuan, ketika menikah dengan putra mahkota Goryeo. Segera saja terasa adanya ketegangan diantara pasangan kerajaan itu dan mereka saling menatap dengan ekspresi mata dan jawah yang kaku.

Benar saja, saat malam telah larut nampak ada bayangan beberapa penyusup yang berusaha menyelinap masuk dalam penginapan. Mereka masuk dalam sebuah ruang kosong dan dari atas mereka di langit-langit ruangan para prajurit kita menyirami mereka dengan cairan berwarna warni yang memercik di pakaian mereka. Sangat efektif, musuh mereka itu  jadi seperti target glow-in-the-dark yang siap di hajar.

Para Woodalchi kita mengepung mereka dengan pedang terhunus, yang tampak bersinar biru di bawah perpaan cahaya bulan. Para Woodalchi melakukan pekerjaan hebat dalam melawan para penjahat itu, namun tampaknya jumlah mereka lebih banyak dari pada yang diduga, oleh karena itulah Choi Young bergegas masuk ke ruangan yang di tempati raja dan meminta janji raja untuk tidak melarikan diri seberapapun takutnya ia, sebab dengan begitu ia baru dapat melindungi raja. Ia mendapatkan janji raja.

Di luar, pengawal yang lain melakukan pertahanan dan perlawanan terhadap serangan musuh. Choi Young berdiri di kamar raja sebagai baris pertahanan terakhir, menunggu.

Baris pertahanan berhasil dilanggar, dan para penyerang itu telah sampai di depan pintu kamar raja. Kini saatnya bagi Choi Young untuk melakukan bagiannya, dan untungnya ia melakukannya dengan baik.

Ia dengan mudah menjatuhkan penyerang yang pertama, tapi ada lebih banyak yang berhasil masuk ke dalam. Raja semakin dekat dengan serangan, namun ia masih terus memegang kata-katanya untuk tidak melarikan diri. Dan Choi Young berhasil melindungi raja. Bahkan, pelayan wanita yang melayani raja dan ratu juga melakukan perlawanan balik, seperti yang juga dilakukan oleh tabib kerajaan.

Tapi,  seorang penyerang berhasil melukai Putri Noguk di bagian leher sebelum Choi Young berhasil membunuhnya. Putri Noguk segera jatuh lemas ke lantai. Kini waktunya bagi Jang Bin (Philip Lee) untuk membuktikan bahwa ia adalah tabib terbaik di negeri itu, dan ia mulai bekerja. Pertama-tama, ia meminta kepada Choi Young sedikit ‘energi’ yang dimiliki Choi Young. Choi Young mengangguk dan memposisikan tangannya di atas tangan Putri Noguk, dan terlihat ada suatu kekuatan mistis yang memancar dari tubuhnya yang ditransfer ke tubuh Putri Noguk.

Energi itu mengalir melalui jarum akupuntur yang  ada di tangan sang putri, kamera menunjukkan bahwa energi itu mengalir melalui aliran darahnya dan menuju jantung. Sebuah penjelasan di layar ditambahkan untuk menjelaskan kepada kita bahwa ia memperlambat detak jantungnya. aww, keren ya..

Jang Bin meletakkan jaram lain di tubuh sang putri dan Choi Young memberikan lebih banyak energi ke dalamnya, kali ini untuk mengontrol aliran darahnya.

Para prajurit Woodalchi mengejar para penyerang yang berusaha untuk melarikan diri, bertekad untuk menangkap mereka tanpa membunuh, karena mereka membutuhkan informasi. Namun 2 orang terakhir yang berhasil mereka susul segera roboh ke tanah dan mati dengan mulut berbusa. Rupanya mereka bunuh diri dengan meracuni diri sendiri.

Kondisi Putri Noguk tidak kelihatan membaik. Jang Bin melaporkan bahwa arteri utama telah putus. Penasihat Jo Il Shin yang cerewet terus saja berbicara tentang konsekuensi politik dari Putri Yuan yang sekarat, terutama mengenai posisi Goryeo yang berbahaya dalam kekuasaan Yuan. Saat itu Jang Bin segera membuat pernyataan, “Tanpa tabib ilahi, tidak mungkin untuk menyelamatkan Putri.”

Istilah Penyembuh/Dokter/Tabib Ilahi adalah sebuah homophone (huruf sebunyi) untuk kata Faith, judul drama ini. Juga merupakan istilah yang dikenakan pada Hwata, tabib legendaris yang diceritakan di prolog drama ini. Jo Il Shin berpikir kembali ke langit merah yang ia lihat, dan kembali bertanya-tanya.

King Gongmin berkata, “Jika wanita ini meninggal, maka negara kita juga mati.” Untuk sekali ini Choi Young terlihat seperti memiliki rasa penyesalan dan kecewa. Raja Gongmin mendesah, ” Saya menghancurkan negara, segera setelah saya menjadi raja. Sungguh raja yang luar biasa aku ini.”

Itu tidak akan terjadi.  Choi Young bertanya di mana tabib ilahi dapat ditemukan, sehingga ia dapat membawanya kemari. Jo Il Shin berkata bahwa ia ada di surga dan mendesah kecewa. Tapi ia kemudian berkata ia tahu di mana letak portal ke langit. Ahhh, udah bisa kelihatan ni ke mana arahnya🙂

Raja akhirnya memberikan persetujuannya meskipun dengan enggan. Putri Noguk tidak dapat dipindahkan sehingga Choi Young akan keluar dan meninggalkan beberapa penjaga di sana. Menurutnya, yang menjadi sasaran para penyerang itu sebenarnya adalah ratu.

Raja menghentikan Choi Young ketika ia melangkah keluar dari ruangan, dan bertanya mengenai apa yang dipikirkan oleh Choi Young selama perjalanan panjang dari Yuan ke perbatasan Goryeo. “Apa yang engkau pikirkan ketika datang untuk menjemputku? Apa yang engkau pikirkan mengenai aku sebagai raja?” Choi Young menjawab bahwa ia adalah seorang raja yang baik, bijak, mereka beruntung memiliki raja seperti dia.

akan tetapi raja kemudian bertanya, “Kau tidak menyukaiku, kan? Sejak awal, sebelum kau bertemu dengan ku?” Raja  menuntut Choi Young untuk berkata jujur.

Choi Young menjawab: “Raja terakhir berusia 14 tahun. Ia masih terlalu muda sebagai seorang raja. Orang-orang (pemerintah Yuan) menggulingkannya dengan sangat mudah sebab ia masih sangat muda sehingga ia tidak dapat melakukan apa yang seharusnya rajalakukan. Dan Yang Mulia berusia 21 tahun. Saya berpikir bahwa usia 21 tahun itu juga masih terlalu muda bagi seorang raja. Lebih lagi, Yang Mulia pergi ke Yuan ketika berusia 10 tahun dan besar di sana. Anda mungkin akan berpikir seperti bagaimana orang Yuan berpikir. Rakyat Goryeo sangat tidak beruntung memilikimu sebagai raja kami. Itulah yang saya pikirkan.” Aduh, makjleb banget ya..

Alih-alih menjadi marah, mata raja Gongmin berkaca-kaca dan dia bertanya, “apakah mereka semua berpikir seperti itu?”  Kasihan, huhu. Choi Young menjawab “Yang Mulia adalah raja kelima dalam sebelas tahun. orang-orang tidak akan peduli lagi.” ouch.. sungguh menyakitkan karena hal itu benar.

Raja mengucapkan terima kasih atas kejujurannya. Kelihatan sekali kalau raja sedang berjuang untuk tetap tenang. Choi Young kemudian menambahkan satu komentar terakhir, ” Yang Mulia, Aku tidak membencimu secara khusus.” Intinya dia benci sih, tapi selayaknya mereka lah, dan kata terakhir ini menimbulkan senyum di wajah sang raja. barangkali ini telah mengangkat semangatnya.

Jo Il Shin memimpin rombongan raja menuju portal Hwata, yang dikatakan telah berusia lebih dari 1000 tahun. Dia mendirikan sebuah mezbah di sana; sebagaimana mitos yang ada, sekali dalam 300 tahun, portal ini mengijinkan pengikut Hwata yang setia untuk melaluinya.

Portal mulai terbuka, bentuknya seperti pusaran, angin disekitar portal mulai bertiup lebih kencang dibandingkan di tempat lain di sekitar situ. Choi Young berdiri di depan dan memerintahkan untuk membuat blok untuk melindungi raja. Jo Il Shin mendesak raja untuk maju dan masuk kedalam portal itu karena dia yakin raja pasti akan bertemu Hwata. Dia meminta raja untuk memerintahkan salah satu dari mereka untuk masuk ke dalam portal itu. Tapi tentu saja orang itu tidak termasuk dia, hahaha.. Tidak ada seorangpun yang mau maju. Ini jelas bukan tugas yang menarik, melompat ke dalam jurang literal yang yang tidak diketahui di mana akhirnya dan apa yang menantinya di sana, itu kan hal yang menakutkan.

Raja Gongmin maju beberapa langkah kemudian berpaling ke arah Choi Young, yang tampaknya memahami ketakutannya. Ia meminta raja untuk memberinya perintah itu. Ia menawarkan diri untuk pergi. Ia kemudian berjalan mendekati pusaran cahaya biru itu, membungkuk sedikit dan menghilang.

Selanjutnya, yang kita tahu adalah bahwa ia telah berpindah tempat, di wilayah kuil, tepat di dekat sebuah patung yang bangun di atas bidang  yang disangga oleh delapan pilar. Apa ini surga?????? Choi Young melihat ke arah patung dan memberi hormat.

Dannn, seorang turis mengambil foto dengan kameranya. Ahhh, bukan surga kalau begitu🙂 Dia kemudian menuruni bukit dan mencoba untuk mengenali wilayah itu.

Ternyata dia datang ke Seoul pada tahun 2012, dengan semua gedung-gedung tinggi dan cahaya lampu. Dia mencoba menyeberang jalan, namun dikejutkan oleh berbagai bunyi-bunyian di jalan, seperti sirene dan klakson, sampai-sampai dia mengambil posisi siaga sia menghunus pedang, haha. Choi Young juga hampir saja diserempet motor.

akhirnya Choi Young berhenti untuk menarik napas sejenak di sebuah kuil dan mendengar seorang rahib bernyanyi. Dia mencoba untuk menarik perhatian sang biksu, namun sang biksu sedang mendengarkan mp3 playernya sehingga ia tidak dapta mmendengar. hahahaha..

Choi Young memperkenalkan dirinya sebagai yang datang dari “negeri yang berbeda” dan meminta bantuan – ia mencari seorang tabib ilahi. haha. Entah sudah berapa jauh perbedaan konteks mereka. Yang satu bicara apa, yang lain memahami apa. wkwkwkw. Wajah Choi Young sangat serius sewaktu meminta bantuan sang biksu, tapi pertanyaan yang dia ajukan tetap saja terdengar absurd, tidak masuk akal.

Sang Rahib mengerti bahwa ia sedang mencari seorang dokter, dan bertanya dokter apa yang dia butuhkan karena ada banyak jenis dokter di sini,  dokter umum, dokter gigi,  dokter kandungan, dokter bedah plastik. sang rahib bertanya tentang sakit yang dimiliki oleh tubuh Choi Young. Choi Young membuat gerakan seolah terpotong pisau di daerah leher dengan menggunakan tangannya. Sang rahib Mendekat, melihat bagian yang ditunjukkan oleh Choi Young dan memutuskan, ” Ahhh, jika dibagian itu, yang kau butuhkan adalah dokter bedah plastik.” Dengan mimik serius Choi Young bertanya apakah rahib itu tahu di mana mereka dan sang rahib menjawab: “ada banyak dokter bedah plastik di sini, karena kita berada di Kangnam.” hahahaha..

Choi Young berkata bahwa dokter yang dia cari ini bukanlah dokter biasa, dia membutuhkan yang terbaik,  dokter ilahi. Rahib itu menangkap maksud perkataannya sebagai sedang mencari dokter yang terkenal, sehingga ia menyuruh Choi Young untuk pergi ke sebuah pertemuan yang dilakukan di Coex, tempat dimana dia dapat menemukan banyak sekali orang terkenal,  sambil menunjukkan arah dengan tangannya.

Choi Young meminta petunjuk khusus tentang bagaimana menuju ke sana, rahib itu berkata dengan polos (entah karena gak mengerti pertanyaan Choi Young atau dimana ya, wkwkwk), “kamu hanya perlu pergi saja. Hanya perlu jalan saja.” “hanya jalan saja?” tanya Choi Young memastikan. Sang biksu mengiyakan dengan gerakan mata dan kepala. Choi Young kemudian memasang ekspresi berpikir selama dua detik sebelum akhirnya berkata, “Ahhh” dengan senyum menyembang di wajah seolah dia baru saja dapat pencerahan. Di bagian ini saya sudah hampir mati karena tertawa, bertanya-tanya tentang apa yang dia pahami. hahaha.

Choi Young berterima kasih atas pelajaran yang diberikan sang rahib, lalu pergi. Sekarang giliran rahib yang masih kebingungan. Ia menghubungi seseorang di telepon dan berkata “Apakah mereka sedang melakukan pengambilan gambar kamera candid di sini? Atau apakah mereka sedang syuting sebuah drama baru di sini?.” hahaha.

Kalian tau apa yang dilakukan Choi Young kemudian? Ia menyeberang jalan tanpa peduli pada rambu-rambu lalu lintas,  tanpa peduli pada mobil-mobil yang lewat. Gak takut ketabrak lagi dia, wkwkw. Malah mobil-mobil akhirnya terpaksa ngerem mendadak biar gak nabrak dia. gila sih, tapi emang efektif, wkwkwkw..

Lesson No. 1: Do not be so literal with this man! wkwkw

Jalanan mendadak macet karena tindakan nekatnya ini, karena mobil-mobil berhenti mendadak. Pejalan kaki yang melihat tingkahnya dan kostumnya segera mengambil gambarnya dengan kamera.

Choi Young akhirnya tiba di tempat dilaksanakannya pertemuan internasional operasi plastik yang untungnya memiliki karakter cina di banner di depan gedung pertemuan yang menginformasikan kepadanya bahwa ia berada di tempat yang benar.

Di lantai pameran, ia berjalan melewati display peralatan medis, sinar-X, dan keajaiban modern lainnya. Ia menemukan ruang kuliah di mana satu dokter, YOO Eun-soo (Kim Hee-sun), menjadi pembicara di pertemuan tersebut. Eun Soo sedang menjelaskan kepada mereka yang hadir dalam pertemuan itu tentang prosedur bedah kecantikan yang ditampilkan pada layar.

Kedatangan Choi Young yang tiba-tiba, apa lagi dengan kostumnya yang tidak biasa itu menyebabkan kegaduhan dalam ruangan pertemuan,  dan penjaga keamanan segera masuk kedalam ruangan untuk kemudian mengantai Choi Young keluar. Dia pergi dengan tenang, tetapi gangguan itu telah membuat mood Eun-soo berubah buruk, sebab setelah itu orang-orang dalam ruangan tidak lagi memperhatikan penjelasannya, malah masing-masing sibuk bicara.

Setelah pertemuan itu usah, di toilet Eun-soo mengeluh kepada temannya melalui telepon tentang pria gila yang mengganggu jalannya pertemuan. Dari sini kita mengetahui bahwa Eun-soo sedang mencoba untuk membuka praktek sendiri dan sedang mencari investor.

Penjaga keamanan mendesak Choi Young untuk mengetahui apa Siapa dia, dari perusahaan mana, dan apa kepentingannya, namun Choi Young sibuk memperhatikan layar CCTV dan melihat dokter Eun-soo di salah satu layar. Dengan sangat serius dia bertanya bagaimana agar ia dapat masuk ke dalam sana, sambil menunjuk layar CCTV dan memeriksa celah, untuk mencari jalan masuk. “Saya harus masuk ke dalam. Tolong buka ini. Saya harus bertemu dokter itu.” katanya sambil terus berdiri di hadapan layar CCTV.

Merasa di permainkan, si penjaga merasa kesal. Dia berkata kalau dia itu bukanlah orang yang tidak ada kerjaan sehingga mau meladeni omong kosong seperti ini. Si penjaga melihat pedang Choi Young dan mengidentifikasi itu sebagai pedang asli,  ketika ia hendak menyentuh pedang itu, Choi Young langsung memiting tangannya sehingga ia mengeluh kesakitan dan mendorongnya sehingga ia hampir saja menabrak meja.

Dua orang penjaga lain masuk ke ruang pengawasan CCTV. Penjaga yang tangannya tadi di piting oleh Choi Young kemudian mengambil pentungan yang dikaitkan di ikat pinggang salah satu penjaga. Ia menyuruh salah satu penjaga menghubungi polisi dan mencoba memukul Choi Young dengan pentungan itu dari belakang. namun Choi Young dengan refleks menebas pentungan itu dengan pedangnya sehingga terpotong menjadi dua. Penjaga-penjaga itu terkejut dan lari ketakukan.  Choi Young Sendiri kemudian bergegas untuk menemui dokter Eun-soo.

Choi Young akhirnya menemukan Eun-soo di lantai pameran, sedang melihat-lihat beberapa peralatan medis. Tanpa basa-basi dia langsung bertanya apakah Eun-soo dapat menyelamatkan pasien yang pembuluh darahnya telah putus karena terpotong. Eun-soo tidak menjawab pertanyaan Choi Young. Ia menganggapnya sebagai orang aneh dan beranjak dari tempat itu, akan tetapi jalannya dihalangi oleh Choi Young, tepat ketika penjaga datang untuk menyudutkan Choi Young dengan pistol yang teracung.

Choi Young yang merasa terancam segera menghunus pedangnya. Dia kemudian berbalik ke arah Eun-soo dan sekali lagi mengulang pertanyaannya, apakah Eun-soo dapat menyelamatkan pasien yang pembuluh darahnya telah putus?

Dengan gemetar ketakutan Eun-soo menjawab “Bagaimana saya tahu? saya harus melihat sendiri di mana dan bagaimana lukanya.”

Kau harus melihatnya sendiri? Ini memberikan ide kepada Choi Young. Ia meletakkan ujung pedangnya ke leher salah satu penjaga yang ada di situ kemudian membuat luka sayatan persis seperti yang dimiliki Yutri Yuan. OMG!! Dasar Gila. mengerikan sekali bagian ini. Repeat Lesson No. 1: Do not be so literal with this man!

Choi Young meletakkan penjaga itu di atas sebuah meja panjang berwarna putih. Ia berkata kalau pasiennya telah dilukasi seperti ini. jadi, dapatkan Eun-soo menyembuhkannya? Dia kemudian berkata dengan benar-benar serius, dan tidak memaksudkannya sebagai sebuah ancaman: “Jika anda tidak dapat menyelamatkannya, saya akan mencobanya lagi dengan orang itu.” ** Jari menunjuk ke pembaca recap ini, HAHAHAHA.

Eun-soo langsung mengambil semua peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan operasi. Sementara itu polisi dan tim SWAT telah tiba di luar. Polisi berusaha mengetahui status Eun-soo saat ini. Mereka mencoba menghubungi telepon yang paling dekat dengan lokasi Eun-soo saat ini. Akan tetapi Choi Young merasa terganggu dengan bunyi telepon itu sehingga ia menghancurkannya, hahaha.

Eun-soo berkonsentrasi pada menjahit luka penjaga. Choi Young kemudian terkesan ketika masih merasakan denyut nadi si penjaga. Eun-soo berhasil melakukannya. Choi Young mulai mengemasi semua perlengkapan operasi Eun-soo dan berkata padanya bahwa Eun-soo harus ikut dengannya. Ia mengabaikan penolakan Eun-soo. Dia berjalan lebih dulu di depan, dan berharap Eun-soo mengikutinya begitu saja dari belakang. Tentu saja Eun-soo mencoba untuk melarikan diri, sehingga Choi Young terpaksa menyeret Eun-soo.

Di lobby ruangan, jalan keluar mereka telah di blokir oleh barisan polisi yang memegang perisai. Banyak petugas SWAT yang telah masuk ke dalam gedung, mengelilingi mereka dari belakang dan samping. Tapi tiba-tiba Choi Young mengangkat tangannya ke depan. Dan dari sana mengalirlah energi yang dahsyat yang menghempaskan para petugas dan menghancurkan pintu kaca.

setelah urusan dengan polisi dan tim SWAT berhasil ditangani, kini dia menyentuh Eun-soo yang meringkuk ketakutan dan meminta maaf untuk segala ketidaksopanan ini. yang kita tahu kemudian adalah dia telah membopong Eun-soo di atas bahunya, meraih tameng polisi dan membawa Eun-soo kembali ke portal.

Di depan portal Eun-soo jatuh terduduk dan menangis terisak-isak, memohon agar ia dilepaskan. Choi Young berusaha menjelaskan kepada Eun-soo bahwa apa yang harus dia lakukan adalah untuk menyelamatkan satu orang yang terluka yang telah ia sebutkan tadi, setelah itu dia dapat kembali ke rumah. Eun-soo jelas sekali telah menonton terlalu bayak film;  sambil terisak ia berkata: “Kamu berbohong. Aku telah melihat wajahmu. Penculik selalu membunuh anda jika anda telah melihat wajah mereka.”

Choi Young membuat janji yang tulus dan bersungguh-sungguh atas namanya sebagai Prajurit Goryeo untuk memulangkannya ke rumahnya. Choi Young memudian menarik Eun-soo berdiri untuk membawanya memasuki portal.

Freeze. Rewind!

Kita kembali ke sepuluh hari sebelumnya, saat Eun-soo mengunjungi peramal lokal. Ia meminta tanggal dan lokasi ia bertemu dengan pria yang ditakdirkan bersama dengan dia itu, “tapi bukan sembarang orang,  melainkan seseorang dengan banyak sekali uang.”

Peramal itu memulai proses membaca garis ramalan/hidup Eun-soo, dan Eun-soo menyampaikan permintaan terakhir: “dan buat dia menjadi seorang Hunnam” (Hunnam adalah sebutan untuk pria dengan kehangatan dan kebaikan). “Saya ingin hal itu segera terjadi. Saya sangat membutuhkan uang…” Dia tidak ingin memiliki suami, dia hanya ingin seorang investor.

Jawabannya adalah… Dia akan bertemu dengan pria yang dikirimkan oleh Langit, namun pria ini berasal dari masa lalu. Peramal itu meyarankan Eun-soo untuk memikirkan kembali pria-pria yang dikencaninya di masa lalu. Peramal mengatakan bahwa pria itu tentulah pria yang di kirimkan langit untuk Eun-soo.

Ia kemudian mengingat salah satu senior yang ia kencani saat ia masih menjadi mahasiswa magang, seorang senior yang membuatnya menulis laporan untuk pria itu. Pria itu memutuskannya karena ia bertemu dengan gadis kaya yang keluarganya akan mendirikan sebuah rumah sakit untuknya.  kata-kata penghiburannya yang di ucapkan pria itu saat mereka berpisah adalah: “gadis itu benar-benar lebih jelek dari pada kamu, kepribadiannya juga menyebalkan. Tapi kamu tahu kan, ini rumah sakit.” *huh, nappunsekya..

Mantan pacar Eun-soo yang kedua sangat menyukai Eun-soo. Dia bahkan melamar Eun-soo ditengah sesi konsultasi bedah plastik. Dan kemudian ia mengencaninya selama 3 bulan, ha. Pria itu sangat kaya, tapi Eun-soo tidak dapat melakukannya, karena pria itu sangat jelek, hahaha. Oh lordy, this woman.

Peramal itu berkata :” Kau bilang kau membutuhkan pria yang memiliki uang.” Eun-soo berhenti sejenak lalu berkata:”Apakah dia adalah pria yang demikian?”

Eun-soo menjelaskan bahwa ia tidak membutuhkan hubungan yang harus berakhir hingga pernikahan, mungkin hanya sampai sebuah pertunangan saja. Ia bisa meminjam uang pria itu dan membuat proyek penelitiannya berhasil, saat dimana sebuah perusahaan harus mengantri untuk mempekerjakannya. Lalu ia dapat menggunakan penghasilannya untuk dapat membayar kembali semua uang itu dan memutuskan pertunangan. Win-win?

Tapi peramal itu mengatakan bahwa menurutnya pasangan yang mereka bicarakan itu  tidak akan menjadi seperti ini. Sang peramal mencoba melakukan pembacaan yang lain. kali ini adalah ramalan tentang perjalanan yang sangat panjang yang menantinya di tahun depan. Rasa-rasanya ini tidak akan berhasil, dan Eun-soo menyerah. Saat ia akan meninggalkan tempat itu dia berkata:”apakah anda tahu pembaca tarot yang bagus di gedung ini?”

Goryeo. Kembali ke masa lalu,  tujuh tahun sebelum opening timeline. Ini adalah hari dimana Woodalchi bertemu dengan pemimpin baru mereka. Dan itu merupakan suatu pukulan bagi harga diri mereka ketika mendengar bahwa sang pemimpin itu baru berusia 22 tahun. Namun,  ia sudah memiliki catatan militer yang mengesankan.

Choi Young memiliki keterampilan ilmu pedang yang sangat luar biasa,  ia dapat menembakkan kilat dari tangannya. Ia juga memiliki temperamen yang buruk, ia akan menghajar mereka yang berani membangunkannya saat ia tidur.

Ah, Choong-seok adalah pemimpin Woodalchi sebelumnya, dan Dia menyerahkan posisi ke Choi Young. Ini adalah perintah kerajaan, jadi tidak ada yang dapat mereka lakukan.

Dol-bae adalah orang yang sesumbar bahwa orang baru ini (Choi Young) pastilah tidak sehebat yang mereka dengar dan ia akan menunjukkan kepadanya siapa yang bos di sini ketika ia tiba nanti.

Choi Young memasuki ruangan dan pertanyaannya adalah: “Anda bosnya? dimana saya bisa tidur?”

Orang-orang menatapnya tak percaya dengan ekspresi WTF di wajah mereka saat ia berbaring dan tidur. Selama tiga hari, LOL.

Dol-bae ingin menguji bos baru, tapi Deok-man menahannya, mengingatkannya pada rumor tentang Choi Young. Dol-bae mencemooh, berkata bahwa itu hanyalah cerita bodoh dan mulai melangkah mendekati Choi Young.

Tanpa mengubah posisi, Choi Young melemparkan tongkat wajah ke Dol-bae dan dan mengenai dahinya. Dan terus tertidur.

Terj. dari dramabeans dengan banyak sentuhan pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s